Pengenalan
JavaScript adalah suatu bahasa script yang menyerupai cara penulisan pada Java. Kode JavaScript dituliskan diantara tag HTML yang akan diinterpretasikan oleh browser klien. Java script akan membuat halaman Web anda menjadi lebih interaktif. Menggunakan JavaScript, memungkinkan kustomisasi terhadap dokumen HTML pada saat diakses dengan menulis melalui penanganan event terhadap elemen-elemen dalam halaman tersebut, memeriksa data form pada sisi klien dan melakukan perhitungan pada sisi klien.
Agar dapat bekerja dengan lancar dengan contoh JavaScript berikut ini, tentu saja anda membutuhkan suatu browser yang mendukung JavaScript .
JavaScript adalah bahasa script yang dinamis. Hal ini berarti bahwa tipe data
pada Javascript tidak baku tetapi dapat berubah dari suatu tipe ke tipe yang
lain sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh, anda dapat menyatakan
myData = 10; pada suatu baris initialisasi, dan baris berikutnya,
menyatakan myData = "Hello World!" yang membuat tipe myData menjadi suatu
string. Java Script akan secara otomatis mengubah tipe data berdasarkan ekspresi
yang ditentukan. Jadi jika anda menyatakan myData = "10" - 2;, maka
anda akan bertanya mengapa Javascript tidak mengkonversi 2 menjadi "2" dan
menghasilkan "102", jawabanya adalah karena operator - tidak
ditujukan untuk pemakaian pada string sehingga "10" - 2 tidak memiliki arti sama
sekali. Berikut ini akan membawa kita kepada suatu situasi yang lebih
menarik. Operator + dinyatakan untuk pemakaian pada numerik dan string. Jadi
akankah 10 + "20" mengembalikan nilai 30 (10+20)
atau "1020" ("10" + "20"). Hal ini tentu saja akan membingungkan
anda dengan pemakaian operator +, jawabannya adalah Javascript akan selalu
mengkonversi segala sesuatu ke string sebelum melakukan evaluasi, sehingga 10 +
"20" adalah sama dengan "10" + "20" dan hasilnya adalah
"1020".
Perhatian: JavaScript membedakan huruf besar dan kecil, sehingga penulisan indoprog adalah berbeda dengan Indoprog (Ngomong-ngomong apakah kepanjangan dari indoprog?)
Berkaitan dengan keamanan yang terkandung dalam JavaScript, adalah sangat tidak benar bahwa kode JavaScript dapat merusak sistem anda. Sehingga anda dapat mengunakannya tanpa perasaan was-was.
Semua contoh yang diberikan disini adalah pendek dan sederhana. Jika anda merasa berguna, silahkan duplikasi dan masukkan ke halaman Web anda.
Fungsi Date Time
dateVar = new Date();
Contoh diatas akan membuat suatu variabel dengan nama dateVar
dan mengisinya dengan tanggal dan waktu sekarang. Jika anda ingin menentukan
tanggal dan waktu lainnya, anda dapat menggunakan salah satu cara penulisan
berikut.
dateVar = new Date("month day, year hours:minutes:seconds")
dateVar = new Date(year, month, day)
dateVar = new Date(year, month, day, hours, minutes, seconds)
Anda mungkin pernah menggunjungi situs yang dapat menyapa Selamat Pagi
atau Selamat Malam tergantung pada waktu kunjungan anda. Hal ini dapat
dilakukan dengan memeriksa waktu sekarang dan sisipkan sapaan dengan menggunakan
fungsi document.write(). Kode berikut ini dapat melakukan hal
tersebut. Sisipkan kode tersebut dalam HTML file pada posisi dimana anda ingin
sapaan tersebut muncul.
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
<!-- Memyembunyikan kode dari browser non-js
currentTime = new Date();
if (currentTime.getHours() < 12)
document.write("Selamat Pagi");
else if (currentTime.getHours() < 17)
document.write("Selamat Sore");
else document.write("Selamat Sore");
// akhir dari penyembunyian -->
</SCRIPT>
Kode-nya adalah sebagai berikut:.
<TABLE BORDER=4 BGCOLOR=CYAN>
<TR><TD>
<FORM NAME="clock_form">
<INPUT TYPE=TEXT NAME="clock" SIZE=26>
</FORM>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
<!-- Hide from non JavaScript browsers
function clockTick()
{
currentTime = new Date();
document.clock_form.clock.value = " "+currentTime;
document.clock_form.clock.blur();
setTimeout("clockTick()", 1000);
}
clockTick();
// End of clock -->
</SCRIPT>
</TD></TR>
</TABLE>
Fungsi setTimeout() telah didiskusikan pada
Scroller. Metode blur() digunakan untuk memindahkan focus dari
textbox Jam.
Statusbar dan Scroller
Pernah melihat yang tulisan berputar di status bar browser ? Itu adalah scroller. Tulisan berputar sangat populer dan menarik perhatian bagi pemula, dan bukan merupakan ide yang baik, karena fungsi status bar bukan ditujukan untuk hal tersebut. Menurut anda apa fungsi status bar ?
Fasilitas apa saja yang terdapat pada JavaScript sehingga memungkinkan kita membuat suatu scroller ?
Pertama adalah kemampuan menampilkan tulisan pada status bar dengan :
window.status = "Ini akan muncul pada status bar"
Kedua adalah adanya fungsi setTimeout(). Fungsi ini memiliki dua buah parameter. Parameter pertama adalah string yang merupakan perintah JavaScript yang akan diaktifkan dan parameter kedua adalah jumlah milidetik untuk mengaktifkan perintah tersebut.
Tulisan berputar pada dasarnya adalah suatu fungsi, yang pada pada setiap aksi, memindahkan tulisan pada scrollbar sedikit ke kiri dan kemudian memanggil setTimeout() untuk mengaktifkan kembali dirinya setelah suatu interval waktu tertentu.
Berikut ini adalah kode lengkap untuk menghasilkan scroller.
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
<!-- Start of scroller script
var scrollCounter = 0;
var scrollText = "Teks yang anda inginkan, misalnya Viva Indoprog";
var scrollDelay = 70;
var i = 0;
while (i ++ < 140)
scrollText = " " + scrollText;
function Scroller()
{
window.status = scrollText.substring(scrollCounter++,
scrollText.length);
if (scrollCounter == scrollText.length)
scrollCounter = 0;
setTimeout("Scroller()", scrollDelay);
}
Scroller();
// End of scroller script -->
</SCRIPT>
Fungsi lainya yang kita gunakan adalah substring(), yang mana
merupakan metode dari objek string. Jika name="JavaScript", maka
name.substring(4,9) akan mengembalikan "Script". Sudahkah anda
mengerti garis besarnya ?
Membuka dan Manipulasi Window
Jika anda pernah berurusan dengan homepage-homepage di Geocities atau Tripod, anda akan terbiasa dengan suatu jendela kecil yang muncul dengan suatu iklan banner. Bisa saja anda merasakan hal tersebut mengganggu. Tetapi anda harus percaya pada saya bahwa adalah cukup menyenangkan jika anda melalukan hal tersebut pada homepage anda. Tidak percaya...? Klik disini!
Saya tidak akan memberikan source codenya karena sebaiknya anda tidak melakukan hal tersebut pada penggunjung homepage anda ;-)
Pop-up windows biasanya digunakan ketika anda ingin menampilkan sesuatu kepada user, tetapi anda tidak ingin mereka meninggalkan halaman yang sedang mereka lihat (Mungkin anda takut mereka tidak akan kembali).
Mari kita lihat kode yang digunakan untuk membuat link tersebut.
Perlu dicatat bahwa saya menggunakan petik tunggal untuk string
bersangkar (nested string). Bagian 'return false' memberitakukan
browser bahwa ketika user melakukan klik pada link, browser tersebut tetap akan
berada pada halaman yang sama dari pada halaman yang ditentukan pada HREF.
Penanganan event onClick() akan memanggil fungsi window.open()
untuk membuka suatu jendela browser yang baru. Parameter pertama adalah :
'http://www.indoprog.f2s.com' merupakan URL yang akan dimuat. Parameter
kedua adalah, 'indoprogWnd' merupakan nama yang akan diberikan pada
jendela baru tersebut. Parameter ketiga menentukan dimensi tampilan dari jendela.
Kita menentukan ukuran jendela adalah 370x240 dengan sautu status bar.
Perhatikan disana ada koma untuk pemisah masing-masing elemen. Tampilan dari
window dapat dikenalikan dengan option sebagai berikut:
height=100)
width=200)
directories=yes)
hotkeys=no)
location=yes)
menubar=yes)
resizable=no)
scrollbars=yes)
toolbar=yes) Selain nilai dari yes/no, anda dapat juga menggunakan nilai 1/0. mis, anda
dengan menulis toolbar=1 sebagai penganti dari toolbar=yes.
Berikut ini adalah beberapa kombinasi yang mana dapat anda coba sendiri. Semuanya akan membuka dokumen pada suatu jendela baru dengan efek yang berbeda-beda.
Suatu jendela dengan menubar, kotak location dan scroll bars.
Suatu window dengan toolbar, statusbar dan scroll bar. Anda dapat juga mengubah
ukuran jendela jika anda menginginkannya dimana hak tersebut tidak mungkin
dilakukan pada jendela-jendela sebelumnya.
Pada contoh diatas, saya memisahkan kode ke dalam sejumlah baris untuk memudahkan pembacaan, tetapi jika anda ingin menggunakan-nya, pastikan segala sesuatu berada dalam petik ganda dan seluruhnya berada dalam suatu petik tunggal.
Menampilkan Icon New-Item
Ketika anda menambahkan atau melakukan modifikasi tertentu pada situs anda, anda sering ingin menempatkan suatu icon (new) disampingnya, sehingga pengunjung dengan mudah dapat menemukan hal-hal yang baru tersebut. Tentu saja icon tersebut ditampilkan untuk suatu periode waktu tertentu dan kemudian dihilangkan. Pekerjaan tersebut menjadi tidak efektif bila anda melakukan modifikasi situs secara berkala atau situs anda cukup besar.
Dengan menggunakan JavaScript, adalah memungkinkan untuk memprogram HTML yang menampilkan icon new untuk suatu periode waktu tertentu. Anda dapat menulis suatu fungsi JavaScript yang mana berfungsi membandingkan waktu sekarang dengan waktu kadaluarsa yang telah ditetapkan, atau dengan kata lain sisipkan icon new hanya jika tanggal sekarang belum mencapai tanggal kadaluarsa. Berikut ini kodenya :
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
<!-- Hide code from non-js browsers
function newItem(expiryDate)
{
exp = new Date(expiryDate);
cur = new Date();
if (cur.getTime() < exp.getTime())
document.write("<IMG SRC=\"new.gif\" WIDTH=31
HEIGHT=12 BORDER=0 ALT=\"new\">" );
}
// end hiding -->
</SCRIPT>
Biasanya, fungsi seperti ini didefinisikan antara bagian <HEAD> dan
</HEAD> pada HTML. Ganti nama new.gif ke nama dari
image anda dan modifikasi atribut WIDTH dan HEIGHT ke ukuran
yang sesuai. Sekarang dimana saja anda ingin meletakkan icon new tersebut,
sisipkan kode berikut :
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
<!--
newItem("10/1/2000");
// -->
</SCRIPT>
Icon akan menampilkan tanggal yang mana anda tentukan sebagai parameter untuk
newItem().
Tips & Trik
Bagian Tips & Trik ini adalah beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk meningkatkan halaman Web anda tanpa tahu banyak mengenai JavaScript.
Contoh pertama mendemontrasikan bagaimana memanipulasi tulisan pada status bar. Ketika anda mengerakan kursor melalui suatu link, maka statusbar akan menampilkan URL tujuan link tersebut.
Suatu kode HTML untuk suatu membentuk link dapat berupa :
<A HREF="mylink.htm">klik disini</A>
Untuk menampilkan sesuatu pada status bar ketika mouse pointer digerakan melalui link, anda perlu menambah kode berikut :
<A HREF="mylink.htm" onMouseOver="window.status='Klik disini untuk
mengetahui lebih jauh tentang saya'; return true;" onMouseOut="window.status='';
">Klik disini</A>
Kode diatas akan menghasilkan suatu link Klik disini. Coba gerakan mouse pointer melaluinya, mudah bukan ?
onMouseOver adalah suatu penanganan event. Perlu
diperhatikan bahwa JavaScript akan membedakan huruf besar dan huruf kecil,
tetapi Microsoft Internet Explorer adalah lebih pemaaf dibandingkan
dengan Netscape Navigator, jadi untuk hasil yang lebih akurat,
sebaiknya anda menggunakan Navigator dalam memeriksa kebenaran script
pada halaman anda.
Anda mungkin merasa aneh mengapa kami diperlukan suatu return true;
pada penanganan event onMouseOver. Normalnya browser menampilkan
URL dari link pada status bar, dan potongan kode ini memberitahukan kepada
browse untuk tidak menimpa pesan kita dengan URL tersebut.
Pada halaman kita sering ingin menampilkan informasi kepada pengunjung tanggal terakhir kali halaman kita di Update. Berikut ini adalah potongan script yang akan secara otomatis menghasilkan informasi terakhir kali halaman kita di Update:
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
<!-- menyembunyikan dari browser non-js
document.write("Last updated :");
document.write(document.lastModified);
// -->
</SCRIPT>
Sisipkan kode berikut pada bagian dokumen HTML anda yang akan menampilkan informasi Last update. Perhatikan bahwa script diketik diantara tag komentar HTML <!-- ... -->, tujuannya supaya script tersebut tersembunyi dari browser non-JavaScript, dengan demikian tidak menimbulkan kesalahan pada browser non-JavaScript tersebut.
Catatan : biasakan mengetik script anda diantara tag komentar HTML <!-- .. -->.
Kadang-kadang kita ingin menampilkan suatu pesan kepada pengunjung, jika
suatu tombol atau link di klik. Pada JavaScript kita dapat menggunakan fungsi
alert() yang mana akan menampilkan suatu kotak pesan. Misalnya kita
ingin memberi kejutan kepada pengunjung, begitu halaman dibuka. Untuk melakukan
hal ini, tambahkan saja kode berikut setelah tag <BODY> (atau diantara tag
<HEAD>).
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
<!-- menyembunyikan dari browser non-js
alert("Press Ok to start formatting your hard disk");
// akhir dari penyembunyian -->
</SCRIPT>
Hal ini tentu saja akan menjadi kejutan bagi pengunjung halaman anda :-). Bagaimana jika kita ingin menampilkan suatu kotak pesan ketika user melakukan klik pada suatu link Anda dapat mencoba klik disini. Untuk memahami apa sebenarnya yang terjadi, coba simak script berikut :
<A HREF="JavaScript: alert('pesan anda disini.')">
JavaScript: bagian ini akan memberitahukan kepada browser bahwa
dia harus menjalankan perintah JavaScript yang tersebut ketika link di klik.
Anda juga dapat membuat suatu pesan ditampilkan tombol ditekan. Coba yang berikut ini:
<FORM>
<INPUT TYPE=BUTTON VALUE="Klik disini"
onClick="alert('pesan anda disini')">
</FORM>
Anda mungkin memperhatikan bahwa, cara penulisan script pada setiap contoh diatas berbeda. Yang pertama adalah script ditulis diantara tag HTML <A HREF=...>, yang kedua adalah diantara suatu tang <SCRIPT> ... </SCRIPT>. Perbedaan ini adalah bahwa, script pertama akan dijalankan pada event tertentu (MouseOver dalam hal ini), sedangkan untuk yang kedua, script langsung dijalankan ketika ditemukan pada dokumen HTML.
Membuat suatu link yang dapat menutup jendela browser
Untuk menutup jendela browser yang sedang aktif anda dapat menggunakan
metode close pada objek window.
Contoh :
<A HREF="javascript:window.close()">tutup</A>
Coba klik tutup untuk menutup jendela ini.
Membuka suatu halaman berdasarkan pilihan pemakai pada suatu dropdown list
Anda dapat membuat suatu fungsi yang mengambil nilai item yang dipilih
pemakai, dan membuka halaman yang diinginkan
Adapun kode untuk Contoh diatas:
<SCRIPT LANGUAGE='JavaScript'>
<!--
function BuatArray() {
var jlhargumen = BuatArray.arguments.length;
for ( i = 0 ; i < jlhargumen; i++ )
{ this[i]=BuatArray.arguments[i] }
}
function buka() {
var pilih = eval(document.dropdown.site.selectedIndex);
if( (pilih > 0) && (pilih < 7) ) {
var bagian=new BuatArray( '',
'http://indoprog.terrashare.com/tutor/html/index.html',
'http://indoprog.terrashare.com/tutor/javascript/index.html',
'http://indoprog.terrashare.com/tutor/asp/index.html',
'http://indoprog.terrashare.com/tutor/php/index.html',
'http://indoprog.terrashare.com/tutor/perl/index.html');
this.location=buka[pilih];
}
}
//-->
</SCRIPT>
<FORM NAME="dropdown">
<SELECT NAME="site" onChange='buka();' ALIGN="left">
<OPTION SELECTED>Pilih tutorial yang diinginkan
<OPTION>HTML
<OPTION>JavaScript
<OPTION>ASP
<OPTION>PHP
<OPTION>Perl
</SELECT>
</FORM>
Membagi Jendela Browser menjadi frame, dan klik link pada pilihan diframe kiri
akan mengupdate isi frame kanan.
Anda dapat melakukan hal tersebut dengan JavaScript, dan perhatikan contoh berikut :
Misalnya halaman html untuk membuat frame kiri dan kanan adalah sebagai berikut :
Contohy.html<html> <head> <title>Tutorial JavaScript</title> <frameset cols=175,*> <frame src="menu.html" name="kiri"> <frame src="topik1.html" name="kanan"> </frameset> </head> </html>
Pada contoh diatas, pada frame kiri akan dibuka suatu html dengan nama menu.html, dan sebelah kanan akan diaktifkan topik1.html, dan isi dari menu.html adalah sebagai berikut :
menu.html<html> <head> <script language="JavaScript"> function buka(x) { top.kanan.location=x; // membuka halaman x pada frame kanan return false } </script> </head> <body> <h1>Daftar Isi</h1> <a href="" onclick="return buka('topik1.html')">Memasukan JavaScript ke dalam HTML</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik2.html')">Variabel dan Literal</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik3.html')">Ekspresi dan Operator</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik4.html')">Struktur Kendali dan Fungsi</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik5.html')">Dasar dari Objek</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik6.html')">Objek dan Fungsi built-in</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik7.html')">Objek netscape</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik8.html')">Objek form</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik9.html')">Window dan Frame</a><hr> </body> </html>
Pada menu.html diatas, kita menggunakan event onclick pada masing-masing link yang akan memanggil suatu fungsi buka yang diikuti dengan suatu parameter yang berupa nama dokumen html target. Pada fungsi buka, kita menggunakan properti location untuk frame kanan membuka halaman bersangkutan.
Catatan : kanan dalam hal ini adalah nama frame.
Klik untuk melihat hasil dari contoh diatas
Bagaimana, menarik bukan ?
Sebagai tambahan kepada objek-objek JavaScript dan metode, Pengembang halaman Web dapat mengakses objek-objek dan metode dalam Netscape browser. Bagian ini akan membahas Objek Netscape Navigator dan metode-metodenya.
Netscape Navigator membangun suatu hirarki instance-instance yang berkaitan dengan dokumen yang sedang di proses.
Hirarki ini penting untuk membuat acuan kepada Objek dan propertinya. Turunan dari suatu Objek adalah properti dari objek orang tuanya. Karena semua objek adalah merupakan turunan dari objek window , sehingga objek window sendirinya tidak memiliki acuan ke objek maupun properti apapun. Tetapi bagaimanapun, acuan ke suatu dokumen pada window lain membutuhkan tambahan nama window kepada Objek acuan-nya.

Untuk dapat menggunakan JavaScript secara benar membutuhkan pengertian bagaimana Netscape Navigator memproses suatu dokumen HTML. Ketika suatu dokumen HTML di muat, browser akan mulai melakukan proses terhadap baris pertama dari dokumen. Browser membuat layout dari layar berdasarkan perintah HTML yang terdapat dalam dokumen tersebut. Setelah layar selesai digambar, layar tidak dapat digambar ulang tanpa melakukan proses terhadap dokumen baru. Bagaimana hal ini mempengaruhi frame dan window adalah topik pada bagian berikutnya.
Sesuai dengan hal ini, maka instance dari suatu objek ada setelah proses dilakukan terhadap baris HTML yang menghasilkan instance tersebut. Dengan kata lain JavaScript tidak dapat mengacu pada suatu objek HTML seperti form, atau menjalankan suatu fungsi sampai browser memproses perintah tersebut. Sebagai contoh, JavaScript tidak dapat mengacu pada suatu objek form sampai browser memproses HTML untuk form tersebut. Demikian juga dengan proses perubahan properti, setelah browser menggunakan properti dalam menghasilkan layout window, maka perubahan properti setelah itu tidak memiliki efek terhadap tampilannya.
Walaupun nampaknya keterbatasan tersebut berat, namun dengan pengertian yang baik terhadap HTML proses dan JavaScript akan mengurangi frustasi. Prinsip utama yang perlu diingat bahwa suatu dokumen HTML diproses secara berurut dan JavaScript adalah bagian dari proses secara berurut tersebut.
Objek window adalah orang tua dari semua Objek. Hal tersebut termasuk semua window dan frame yang berada dalam suatu. Ketika browser mulai memuat suatu dokumen HTML, hal tersebut dimulai dengan suatu instance dari objek window. Jika dokumen HTML membuat suatu frame, informasi dari frame tersebut tersimpan dalam suatu objek frame array. Dengan kata lain, membuka suatu window akan menghasilkan suatu anak dari objek window. Kehebatan dari JavaScript adalah terletak pada kemampuan untuk melakukan utilisasi properti dan metode dari objek window.
Bagian ini akan membahas properti dari objek window berikut :
Diantara ketiga objek tersebut, document adalah objek yang paling penting dalam hirarki tersebut. Objek document itu sendirinya mengacu kepada objek lain. Hal lain yang penting dari hal ini adalah sebagai berikut:
Objek location mengandung informasi tentang URL sekarang. Acuannya ke objek tersebut adalah sebagai berikut:
[windowReference.]location[.propertyName]
Properti dari Objek location mengacu pada bagian individual dari URL:
protocol//hostname:port pathname search hash
| CATATAN |
|
Properti dari objek location adalah sebagai berikut:
| CATATAN |
|
Contoh :
<a href="" onmouseover="parent.location='http://www.indoprog.com/'"> Langsung ke homepage Indoprog</A>Contoh diatas akan langsung membuka homepage http://www.indoprog.com/ begitu pointer lewat diatas link Langsung ke homepage Indoprog
Akses ke objek History adalah topik yang kontroversial karena memungkinkan script mengirim history kembali ke server. Untuk mencegah pemakaian yang menyimpang, Netscape Navigator 2.01 keatas telah menghilangkan Objek ini.
Contoh 1 :<a href="#" onClick="history.go(-1)">Back</a> <input type=button value="Back" onClick="history.go(-1)"> Hasil :BackContoh 2 :<HEAD> <SCRIPT LANGUAGE="JavaScript"> <!-- Begin var agree=confirm("Apakah anda yakin untuk melanjutkan PROSES ?"); if (agree) document.write(""); else history.go(-1); // Kembali ke halaman sebelumnya // End --> </SCRIPT></HEAD>
Objek document menyimpan properti, objek, dan metode yang mewakili dokumen. Hal tersebut mengacu pada bagian dokumen HTML yang didefinsikan oleh tag <BODY></BODY>. Bagian ini mendiskusikan komponen dari objek dokumen, kecuali objek form (yang akan dibahas pada bagian berikutnya).
Option HTML ke tag <BODY> mendefinisikan properti objek document.
JavaScript mengacu pada semua properti ini, kecuali untuk image background.
| CATATAN |
|
Properti color untuk Objek document adalah sebagai berikut:
Contoh 1:
<FORM> <SELECT onChange= "document.bgColor=this.options[this.selectedIndex].value"> <OPTION VALUE="40E0D0"> Torquoise <OPTION VALUE="2E8B57"> Sea Green <OPTION VALUE="87CEEB"> Sky Blue <OPTION VALUE="F4A460"> Sandy Brown <OPTION VALUE="FFF0F5"> Lavender Blush <OPTION VALUE="FF1493"> Deep Pink <OPTION VALUE="FFFFFF" SELECTED> White </SELECT> </FORM>Hasil :
Objek document juga mengandung properti berikut yang tidak berkaitan dengan warna:
Contoh 1:
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
<!--
document.write("Update terakhir :");
document.write(document.lastModified);
// -->
</SCRIPT>Hasil:
Update terakhir :05/02/2006 18:57:36 Update terakhir :07/14/2000 09:07:48
Contoh 2:
<form name=404form><script language="JavaScript"> <!-- Begin var from = document.referrer; document.write("<input type=text name=referrer value='" + from + "'>"); // End --></script></form>Hasil :
Anda datang dari halaman :
Objek anchors mengandung suatu array dari semua anchors yang
dideklarasikan dengan atribut NAME dari tag <A> </A>. Array
tersebut dimulai dari 0 dan berlanjut sampai document.anchors.length - 1.
Nilai dari document.annchors[index] adalah null.
| TIP |
|
Array link mengandung Objek link yang didefinisikan oleh tag
<A></A> atau dengan metode link. Array tersebut meliputi objek untuk
atribut HREF dan NAME. Dengan tambahan ke atribut TARGET,
properti dari masing-masing Objek link adalah identik dengan Objek
location.
| CATATAN |
|
Objek link memiliki dua event handler: onClick dan onMouseOver. Bagian ini disebut sebagai "The Form Objek," pada bagian selanjutnya di bab ini, menggambarkan bagaimana mengunakan event handler.
Property cookie mengandung suatu nilai string dari isi cookier dari file cookies.txt untuk dokumen tersebut. Untuk suatu keterangan lengkap tentang bagaimana menggunakan cookies, lihat bagian Netscape cookie specification. Metode substring, charAt, indexOf, dan lastIndexOf dapat digunakan untuk memisahkan string cookie.
Objek document mengandung lima metode:
Sebagaimana yang ditunjukkan pada contoh sebelumnya, metode document.write, tanpa mengacu pada suatu window, menulis text ke window yang sekarang. Metode document.writeln() adalah sama dengan document.write, selain itu juga menyisip suatu karakter newline pada akhir dari argumen. Format dari metode ini adalah sebagai berikut:
document.write(ekspresi [, ekspresi2] ... [ekspresiN]) document.writeln(ekspresi [, ekspresi2] ... [ekspresiN])
Tipe default MIME adalah text/html. Bagaimanapun, metode
document.open(["mimetype"]) memungkinkan untuk membuka type MIME lainnya,
seperti text/plain, image/gif, image/jpeg, image/x-bitmap, dan plugIn. Metode
document.open() membuka suatu stream untuk mengumpulkan output dari
metode write dan write.ln. Jika tipe MIME adalah text atau
image, browser membuka suatu stream untuk layout, untuk plugIn, browser
membukanya pada suatu plug-in. Jika suatu dokumen telah siap dalam target
windows, mthod open menghapusnya.
Contoh :
<SCRIPT> document.write(Date()+".") </SCRIPT>Hasil :
Sun Sep 03 15:48:20 2006.
| CATATAN |
|
Stream tersebut tetap terbuka sampai browser menemukan metode document.close(). document.close() memaksakan isi dari stream ditampilkan. Metode document.clear() membersihkan isi dari window.
Contoh :
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript"> <!-- Begin var clocktext, timeday; var pagetitle = document.title; function scroll() { today = new Date(); sec = today.getSeconds(); hr = today.getHours(); min = today.getMinutes(); // 12 Hour clock fix by Michael Mann if (hr < 12) { timeday = " AM"; } else { timeday = " PM"; } if (hr > 12) hr = hr - 12; if (hr <= 9) hr = "0" + hr; if (min <= 9) min = "0" + min; if (sec <= 9) sec = "0" + sec; var clocktext = " - " + hr + ":" + min + ":" + sec + timeday; clocktimer = setTimeout("scroll()", 1000); document.title = pagetitle + clocktext; } if (document.all) scroll(); // End --> </script>Hasil : Lihat pada Title Halaman ini
Window dan Frame
Window dan frame membuat bingung banyak pengembang halaman Web dari pada aspek-aspek browser lainnya. Ketika Netscape Navigator berjalan, suatu window akan dibuka, dan tergantung bagaimana pengaturan optionnya, serta memuat suatu dokumen ke dalam window tersebut. Jika anda memilih menu option File | New Web Browser, suatu window baru akan di buka. Dalam hal ini menutup jendela yang sebelumnya tidak akan menutup jendela yang baru tersebut.
Pada sisi yang lain, frame dibuat berdasarkan tag <FRAMESET></FRAMESET> dalam dokumen HTML. Layar akan dibagi menjadi sejumlah frame. Ketika dokumen frame ditutup, frame menghilang karena keberadaannya tergantung pada dokumen tersebut.
Properti Objek Window
Suatu fasilitas umum dari JavaScript adalah kemampuannya untuk membuat dan memanipulasi window. Kemampuan ini tidak hanya terbatas pada menampilkan pesan, tetapi sangat tergantung pada parameter yang diberikan. berikut ini adalah properti dari objek window yang akan mempengaruhi fleksibilitas dari jendela browser:
- defaultStatus. defaultStatus adalah pesan yang dimunculkan pada status bar ketika tidak ada tulisan yang ditampilkan disana. Jika diset dari onMouseOver event handler, event handler harus mengembalikan true untuk perubahan status.
- frames. Property ini adalah suatu array yang mengandung object frame. Frame mewarisi semua properti dan metode dari objek window.
- length. nilai dari properti ini adalah jumlah frame dalam frame array.
- parent. Dari suatu acuan frame, ini adalah window yang mana frameset berada. Suatu frame diantara frameset tersebut dapat mengacu pada frame lain dalam frameset dengan menggunakan parent.frames[index] tanpa memiliki acuan ke nama window.
- self. Ini adalah sama dengan window atau frame yang sekarang.
- status. Ini adalah pesan transient yang mana diset dengan onMouseOver event handler.
- top. Property ini digunakan sebagai acuan window yang laing atas. Dapat digunakan oleh child windows atau embedded filesets untuk mengacu pada window original.
- window. Property ini adalah sama dengan window sekarang.
Contoh:
<A HREF="http://www.indoprog.com" onMouseOver="window.status='Klik disini untuk keterangan lebih lengkap'; return true;" onMouseOut="window.status=''; ">Klik disini</A>Hasil:
Klik disini
Bentuk untuk mengacu properti window adalah
window.propertyName self.propertyName top.propertyName parent.propertyName windowVar.propertyName propertyNameMetode Objek Window
Berikut ini adalah metode dari objek window atau frame:
- alert("message"). Metode ini membuat suatu kotak dialog peringatan dengan suatu tombol OK tunggal. Digunakan untuk menampilkan pesan yang tidak membutuhkan keputusan pemakai.
- close(). Metode ini menutup window acuan. Harus mengandung window acuan seperti window.close dan close() tanpa acuan adalah sama dengan document.close.
- confirm("message"). Metode confirm menampilkan suatu dialog box konfirmasi dengan tombol OK dan Cancel. OK mengembalikan nilai true, dan Cancel mengembalikan nilai false.
- [windowVar = ][window.]open("URL", "windowName" ["windowFeatures"]. Metode ini membuka suatu Jendela browser yang baru. Nama object windowVar adalah nama dari jendela baru dan digunakan sebagai acuan untuk properti dan metodes-nya.URL menentukan URL yang akan dibuka ke jendela baru. Jika optionnya null, suatu window kosong akan dibuka. Variabel windowName adalah nama yang digunakan pada atribut TARGET dari <FORM> dan <A> tag. Variabel windowFeatures adalah suatu comma-separated list dari option berikut:
toolbar=yes|no location=yes|no directories=yes|no status=yes|no menubar=yes|no scrollbars=yes|no resizable=yes|no width=pixels height=pixels
- Jika tidak ada yang ditentukan, maka semuanya bernilai true. Jika salah satu ditentukan, maka semua yang lain menjadi false. Jika salah satu di tentukan tanpa nilai, maka nilainya adalah true.
NOTE Setelah terbuat, window adalah tidak terikat pada parent window, jika parent window di tutup, window yang dibuat tersebut tetap buka.Event onUnLoad menangani penutupan window yang dibuat
- prompt("message" [, inputDefault]). metode prompt menampilkan suatu prompt dialog box dengan suatu message, suatu input field, dan tombol OK, dan sebuah tombol Cancel. inputDefault adalah suatu string, integer, atau property dari suatu object yang mana mewakili nilai default untuk inout field. Jika inputDefault tidka ditentukan, input fied menampilkan nilai <undefined>.
- timeoutID=setTimeout(expression, msec). Dengan metode ini, evaluasi dari ekspresi adalah jumlah delay dalam milidetik. timeoutID adalah hanya digunakan oleh metode clearTimeout.
- clearTimeout(timeoutID). Metode ini membatalkan time-out yang ditentukan oleh metode setTimeout.
Metode sebelumnya menggunakan acuan berikut:
window.metodeName(parameters) self.metodeName(parameters) top.metodeName(parameters) parent.metodeName(parameters) windowVar.metodeName(parameters) metodeName(parameters)
PERHATIAN Metode open() dan close() perlu mengunakan acuan window.open() dan window.close() untuk menghindari scope dengan document.open() dan document.close()
Membagi Window kedalam Frame
Frames membagi suatu window secara multiple, memiliki scrollbar masing-masing. Frame dibuat dengan tag <FRAMESET></FRAMESET> dalam dokumen HTML. Masing-masing dokumen membuat suatu frame array untuk dokumen. Jika suatu dokumen dibuka pada salah satu frame memiliki suatu <FRAMESET> tag, frame akan terbagi lagi menjadi frame oleh dokumen tersebut. Hirarki dari frameset adalah penting sebagai acuan properti dan metode dari frame.
CATATAN Frames memiliki semua properti dari suatu window. Seluruh hirarki untuk struktur frame adalah sama dengan struktur window.
Struktur dibawah setiap window atau frame dapat menjadi acuan. Selanjutnya, properti pada suatu window atau frame dapat mengubah properti object pada jendela atau frame lain.
CATATAN Dokumen HTML yang menggunakan <FRAMESET></FRAMESET> mengandung hanya perintah frame. Setelah frame terbuka, dokumen tersebut menjadi tidak visible. Dokumen HTML adalah suatu frame dapat mengendalikan frame lain. Selanjutnya kemungkinan untuk pengaturan layar memberikan kebebasan bagi pengembang untuk suatu dokumen web yang interaktif
Proteksi PasswordContoh :
<html> <head> <script language="JavaScript"> if (top.location != this.location) top.location = this.location //membuat html tidak berada //dalam frame lain </script> <title>Tutorial JavaScript</title> <frameset cols=175,*> <frame src="daftar.html" name="kiri"> <frame src="topik1.html" name="kanan"> </frameset> </head> </html>file daftar.html<html> <head> <script language="JavaScript"> function buka(x) { top.frames[1].location=x; return false } </script> </head> <body> <h1>Daftar Isi</h1> <a href="" onclick="return buka('topik1.html')">Memasukan JavaScript ke dalam HTML</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik2.html')">Variabel dan Literal</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik3.html')">Ekspresi dan Operator</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik4.html')">Struktur Kendali dan Fungsi</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik5.html')">Dasar dari Objek</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik6.html')">Objek dan Fungsi built-in</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik7.html')">Objek netscape</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik8.html')">Objek form</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik9.html')">Window dan Frame</a><hr> </body> </html>Klik untuk melihat hasil dari contoh diatas
Kadang-kadang kita ingin memproteksi halaman untuk kalangan sendiri. Usaha yang dapat kita lakukan untuk melakukan proteksi tersebut adalaj dengan menanyakan username dan password. Ketika pengunjung melakukan klik pada tombol submit, kode JavaScript pada halaman akan memeriksa apakah username dan jika password benar, maka halaman yang sebenarnya akan ditampilkan. Kodenya adalah sebagai berikut.
Yang ini form yang sebenarnya
Dengan sedikit forward dan berhasil. Masalahnya adalah orang dapat melakukan suatu View|Source dan menemukan username serta password untuk halaman yang di proteksi password, tentu saja contoh ini kurang sempurna contoh ini kurang baik.
Yang kita butuhkan adalah suatu metode di mana pada HTML source-nya tidak akan kelihatan username dan password serta halaman target. Suatu metode yang umum digunakan adalah membuat nama halaman target berdasarkan username dan password yang dimasukkan oleh pemakai dan mengarahkan browser ke halaman tersebut. Perhatikan hasil modifikasi fungsi
verifyLogin(.Sekarang fungsi akan melakukan pengabungan terhadap username, pasword dan ".html" serta mengarahkan browser ke lokasi tersebut. Jadi jika pengunjung memasukkan secret sebagai username dan page sebagai password, dia akan mendapatkan secretpage.html. Atau dengan kata lain mereka tidak akan mengetahui username dan paswword yang benar dan memasukan foo sebagai username dan bar sebagai password, mereka akan diarahkan ke html yang tidak ada foobar.html dan mendapatkan kesalahan yang menyatakan halaman tersebut tidak ada.
Baca Juga:
Password Protection Scripts dari Javascript Source
Password Protection Scripts dari WebAbstraction
Memasukkan JavaScript kedalam HTML
JavaScript adalah pemrograman sisi klien yang akan dijalankan oleh browser dari pengunjung, dan program JavaScript biasa ditanamkan didalam halaman web untuk menghasilkan halaman yang dinamis. Untuk mempelajari JavaScript sebaiknya anda menguasai dasar-dasar HTML Script sehingga akan memudahkan anda untuk menyisipkan program JavaScript secara baik dan benar.
Ketiklah Contoh berikut dan simpan ke file Hello.html
<HTML> <HEAD> <SCRIPT LANGUAGE="JavaScript"><!-- Menyembunyikan script terhadap browser non-JavaScriptdocument.write("Hello world.")// akhir dari penyembunyian --></SCRIPT> </HEAD> </HTML>Untuk melihat hasilnya, buka file Hello.html dengan internet browser.
Sebenarnya ada dua cara menanamkan JavaScript kddalam dokumen HTML anda, yaitu :
1. Mengapit JavaScript tersebut dengan tag <SCRIPT>...</SCRIPT>Contoh :
2. Menggunakan tag HTML yang menangani event.
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript"><!-- Menyembunyikan script terhadap browser non-JavaScriptPerintah-perintah JavaScript anda diketik disini.
// -->
</SCRIPT>Contoh :
<A HREF="http://www.indoprog.com" onMouseOver="window.status='Klik disini untuk mengetahui lebih jauh tentang saya'; return true;" onMouseOut="window.status=''; ">Klik disini</A>
Dengan menggunakan Tag <SCRIPT>
Walaupun Netscape Navigator akan mengolah semua teks dalam tag <SCRIPT> sebagai JavaScript, tetapi adalah lebih baik melakukan deklarasi LANGUAGE yang menentukan jenis bahasa script yang digunakan. karena ada beberapa bahasa script lainnya untuk HTML, mendeklarasikan jenis bahasa script adalah suatu praktek yang baik. Marilah kita memulai dengan suatu program sederhana yang akan mencetak Hello World.
Contoh :
<HTML> <HEAD> <SCRIPT LANGUAGE="JavaScript"><!-- Menyembunyikan script terhadap browser non-JavaScriptdocument.write("Hello world.")// akhir dari penyembunyian --></SCRIPT> </HEAD> </HTML>
Contoh diatas menunjukkan program Javascript diketik diantara tag <HEAD> dan </HEAD>. Jika contoh JavaScript diatas diketikkan diantara tag <BODY>, juga akan memiliki hasil yang sama. Tetapi karena bagian heading akan dibaca terlebih dahulu dibandingankan dengan bagian <BODY>, menempatkan semua fungsi maupun variabel global pada bagian heading adalah praktek pemrograman yang baik. Dan semua perintah JavaScript yang berkaitan dengan dokumen ditempatkan pada bagian body HTML.
Perhatian : Tidak semua browser mampu memproses JavaScript, sehingga untuk menghindari kesalahan penampilan pada browser tersebut, anda perlu mengetikkan JavaScript diantara tag komentar HTML sebagai berikut :
<!-- Menyembunyikan script terhadap browser non-JavaScriptPerintah-perintah JavaScript anda ketik disini.// akhir dari penyembunyian -->
Catatan Ingat, selalu mengetik JavaScript diantara baris komentar sehingga browser non Java dapat mengabaikannya, hal ini dilakukan karena siapa saja dapat mengunjungi homepage kita di internet dengan berbagai web browser.
Dengan menggunakan Event
Menangani Event akan mengubah halaman yang static menjadi lebih dinamis. Event adalah hasil terhadap aksi yang dilakukan oleh pemakai, seperti klik pada mouse, klik pada tombol submit di suatu form, dan keluar dari halaman. Netscape mengenali sejumlah event, tetapi kita tidak akan mendiskusinya sekarang.
Contoh:
<FORM> <INPUT TYPE=BUTTON VALUE="Coba Klik" onClick="alert('Hello world')"> </FORM>Hasil:
Ekspresi dan Operator
Literal dan variabel dihubungkan oleh operator dan akan menghasilkan ekspresi. JavaScript menyediakan berbagai operator yang memungkinkan programmer menulis sejumlah ekspresi dari yang paling sederhana sampai yang paling sulit.
Contoh :
temp = 24pada contoh diatas, temp adalah variabel, 24 adalah variabel, = adalah operator, dan temp=24 adalah ekspresi.
Operator JavaScript dapat dibagi menjadi beberapa kategori berikut:
- Assignment operator
- Arithmetic operator
- Bitwise operator
- Logical operator
- Comparison operator
- String operator
JavaScript memiliki operator binari maupun unari. Suatu operator binari memiliki format.
operand1 operator operand2Sebagai contoh , 9 * 7 atau temp = 24 adalah ekspresi dengan operator binari.
Operator unari memiliki dua format:
operand operatoratau
operator operandSebagai contoh ekspresi mengunakan operator unari adalah ++y atau y++.
Catatan
Bagi programmer C language, tentu saja operator unari bukan sesuatu yang asing, tetapi bagi programmer dari latarbelakang Basic dan Pascal, penulisan y++ adalah sama dengan y = y + 1.
Assignment Operator
Operator pemberi nilai (=) adalah suatu operator binari yang digunakan untuk memberi nilai ke operand di sisi kiri (biasanya berupa suatu variabel) yang didasarkan pada nilai operand sebelah kanan (seperti NamaDepan = "Hendra" atau x = y * 9). Table 3 adalah daftar singkat operator pemberi nilai.
Table 3. Daftar Operator assignment
Shorthand operator Artinya Contoh x += y x = x + Y x += x -= y x = x - y x -= x *= y x = x * y x *= x /= y x = x / y x /= x %= y x = x % y x %= x <<= y x = x << y x <<= x >>= y x = x >> y x >>= x >>>= y x = x >>> y x >>>= x &= y x = x & y x &= 0xC0 x |= y x = x | y x |= 0x0F x ^= y x = x ^ y x ^= 0XFF
Catatan Bagi yang tidak familiar dengan pemrograman C, hati-hati dengan perbedaan antara assignment operator (=) dan comparison operator (==)
Arithmetic Operator
Sesuai dengan fungsinya operator aritmatika melakukan operasi perhitungan aritmatika terhadap suatu nilai numerik baik dalam literal maupun variabel. JavaScript mendukung operator standard aritmatika untuk penjumlahan (+), pengurangan (-), perkalian (*), dan pembagian (/). Juga memiliki operator modulus (%), increment (++), decrement (--), dan unary negation (-).
Operator modulus (%) adalah suatu operator binary yang mengembalikan nilai sisa dari suatu pembagian bulat operand1 terhadap operand2. Sebagai contoh, hasil dari 27 % 6 adalah 4.
Operator increment unary adalah menambah nilai satu ke variabel operand, sedangkan operator decrement unary mengurangi satu dari padanya. Bagaimanapun, nilai yang dikembalikan tergantung dari posisi operator terhadap operand Jika operator berada didepan (++x atau --x), nilai yang dikembalikan adalah x+1 atau x-1. Ketika operator dibelakang(x++ or x--), nilai x dikembalikan sebelum ditambah atau dikurang.
Operator khusus unari arithmetic adalah operator unari negation operator. Ia membalikan tanda dari nilai yang diberikan pada suatu variabel. Sebagai contoh, jika x = -7, -x mengubah nilai menjadi 7.
Bitwise Operator
Untuk programmer yang perlu menangani bit. JavaScript menyediakan satu set dari operator bitwise. Untuk operator ini, JavaScript melakukan konversi terhadap operand menjadi integer 32-bit sebelum melakukan operasi padanya. Operator logika bitwise adalah
- Bitwise AND (&), akan mengembalikan nilai dari logika AND antara sepasang bit. Sebagai contoh , 0x0f & 0x0a mengembalikan 0x0a.
- Bitwise OR (|), akan mengembalikan nilai dari logika OR antara setiap pasangan dari bit. Sebagai contoh, 0x05 | 0x0a mengembalikan 0x0f.
- Bitwise XOR (^), akan mengembalikan nilai dari logika exclusive OR between antara tiap pasangan bit. Sebagai contoh, 0x0f ^ 0x0a mengembalikan 0x05.
JavaScript juga menyediakan satu set bitwise untuk operasi shift operand1 terhadap jumlah yang ditentukan di operand2. Operand ini adalah
- Shift left (<<), akan mengeser bit ke kiri dengan jumlah tertentu. Bit yang melewati batas kiri akan diabaikan, dan suatu bit nol akan digeser dari kanan. Sebagai contoh, 0x0f << 2 mengembalikan 0x3c.
- Sign propagating shift right (>>) mempertahankan bit tanda dari nilai ketika melakukan geser ke kanan sesuai dengan jumlah yang ditentukan. Bit yang tergeser melewati bata kanan akan diabaikan, kecuali bit tanda, bit nol akan digeser dari kiri.. Sebagai contoh, 10 >> 2 mengembalikan 2 dan -10 >> 2 mengembalikan -2.
- Zero-fill right shift (>>>) sama seperti >>, cuma tidak mempertahankan bit tanda ketika dilakukan pergeseran sesuai dengan jumlah yang ditentukan.
Logical Operator
Operator logika membutuhkan operand dengan nilai Boolean (true atau false) dan mereka akan mengembalikan suatu nilai logika. Operator logika adalah sebagai berikut :
- Logical AND (&&)
- Logical OR (||)
- Logical NOT (!)
Operator logika NOT adalah suatu unary operator yang mempertahankan nilai ekspresi.
Comparison Operator
Operator perbandingan diterapkan pada perbandingan pada data numerik dan data string serta tidak dapat dilakukan pada nilai Boolean. Masing-masing operand harus memiliki tipe yang sama: nemerik dibandingkan dengan numerik atau string dengan string. Hasil dari perbandingan adalah sautu nilai Boolean. Operator perbandingan adalah:
- Equal (==)
- Not equal (!=)
- Greater than (>)
- Greater than or equal to (>=)
- Less than (<)
- Less than or equal to (<=)
JavaScript juga mendukung ekspresi secara kondisi (conditional expression) yang mana berbentuk.
(kondisi) ? nilai_benar : nilai_salahJika kondisi adalah benar, ekspresi memiliki dari true_value. Sebaliknya memiliki nilai dari false_value. Seperti saudaranya yang berbasis bahasa C, ekpresi kondisi adalah ekspresi standard dan dapat digunakan dimana saja, dan dapat dilihat sebagai berikut :
status_baterai = (voltase > 1.3) ? "baik" : "buruk"
Catatan
Bagi programmer C language, tentu saja comparison operator (==) bukan sesuatu yang asing, tetapi bagi programmer dari latarbelakang Basic dan Pascal, penulisan = adalah tidak sama dengan ==.
String Operator
Operator string (+) mengabung dua nilai string dan mengembalikan satu string dimana merupakan hasil gabungan dari keduanya. Sebagai contoh :
"Java" + "Script"Menghasilkan
"JavaScript"Operator shorthand += mengabung string kiri dengan string dikanan operand dan memberikan nilai baru pada operand disebelah kiri.
Urutan operasi
Dalam ekspresi yang kompleks dimana melibatkan lebih dari satu operator, urutan operasi dari operator menentukan nilai hasil evaluasi. Dengan menggunakan tanda kurung, programmer dapat mengatur aturan tersebut. Table .4 adalah urutan prioritas operasi dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi.
Table 4. Prioritas urutan operasi dari prioritas rendah sampai tinggi.
Keterangan Operator Assignment = += -= *= /= %= <<= >>= >>>= &= ^= |= Conditional ?: Logical OR || Logical AND && Bitwise OR | Bitwise XOR ^ Bitwise AND & Equality == != Relational < <= > >= Bitwise shift << >> >>> Addition/subtraction + - Multiply/divide * / % Negation/increment ! ~ - ++ - Call, member () []
Struktur Kendali dan Fungsi
Untuk membuat suatu halaman yang dinamis dan interaktif, perancang halaman Web membutuhkan perintah-perintah yang dapat mengatur aliran dari informasi. Berdasarkan hasil komputasi yang telah dilakukan, JavaScript akan membuat keputusan jalur mana yang akan dieksekusi. Kita akan membahas tentang perintah kondisi dan loop dalam JavaScript.
Walaupun semua kode harus ditulis dalam penanganan event, tetapi hal ini adalah praktek pemrograman yang kurang baik. Sebagai pengantinya, gunakan fungsi, kode akan menjadi lebih modular dan dapat digunakan kembali (reusable).
Perintah kondisi
Sebagai tambahan terhadap ekspresi kondisi yang telah dijelaskan bagian sebelumnya. JavaScript memiliki suatu perintah kondisi if. Tata cara penulisan dari perintah kondisi tersebut adalah sebagai berikut:
if (kondisi1) { pernyataan1 } [else { pernyataan2}]kondisi adalah ekspresi JavaScript yang mana hasil evaluasinya memiliki nilai Boolean true atau false. contoh pemakaian statement if:
if (n>3) { status = true if (j != n) j = 0 } else j = n
Perhatian Bagi programmer C harus berhati-hati dengan evaluasi kondisi pada JavaScript. Suatu kondisi numerik yang mengasilkan nol adalah tidak sama dengan suatu Boolean true pada JavaScript, dan sebaliknya suatu nilai bukan nol tidak sema dengan Boolean false. Pada JavaScript hasil dari suatu kondisi harus data type Boolean.
Jika hanya suatu perintah tunggal, tanda kurawal tidak diperlukan. Contoh berikut adalah perintah yang benar:
if (a==b) j=0 else j=1Perintah Perulangan
JavaScript mendukung dua struktur loop; perintah for dan perintah while. Untuk control pada struktur loop, JavaScript menyediakan perintah break dan continue.
Perintah for
Perintah for pada JavaScript sama dengan yang ada di Java dan C. Perintah for mengulang suatu loop sampai kondisi menghasilkan evaluasi true atau loop keluar dengan perintah break . Syntax untuk perintah for adalah sebagai berikut :
for ([ekspresi-awal;] [kondisi;] [ekspresi-penambah]) { pernyataan }Urutan proses untuk perintah for adalah sebagai berikut:
- Interpreter menjalankan ekspresi-awal. Ekspresi ini mementukan nilai yang diperlukan untuk kendali perulangan.
- Kemudian interpreter memeriksa kondisi. Jika true, kendali dilanjutkan ke langkah selanjutnya. Jika false, kendali diarahkan ke perintah setelah perulangan.
- Kemudian interpreter menjalankan ekspresi-penambah, yang mana melakukan update terhadap variabel-variabel yang digunakan untuk kendali perulangan.
- Kemudian statement dijalankan dan, jika ditemukan suatu break atau continue, kendali kembali ke langkah 2.
Contoh : <HTML> <HEAD> <SCRIPT LANGUAGE="JavaScript"> <!-- menyembunyikan script dan browser non-JS for (i=1; i<=10; i++) { sq=i*i document.write("number: " + i + " square: " + sq + "<BR>") } // akhir dari penyembunyian --> </SCRIPT> </HEAD> <BODY> </BODY> </HTML>Hasil :
number: 1 square: 1
number: 2 square: 4
number: 3 square: 9
number: 4 square: 16
number: 5 square: 25
number: 6 square: 36
number: 7 square: 49
number: 8 square: 64
number: 9 square: 81
number: 10 square: 100
number: 1 square: 1
number: 2 square: 4
number: 3 square: 9
number: 4 square: 16
number: 5 square: 25
number: 6 square: 36
number: 7 square: 49
number: 8 square: 64
number: 9 square: 81
number: 10 square: 100
Perintah while
Perintah while terus mengulangi loop selama kondisi memiliki nilai true. Syntax untuk perintah while adalah sebagai berikut :
while (kondisi) { pernyataan }Test kondisi terjadi pada perulangan while yang pertama kali dan pada akhir dari setiap loop. Ketika hasil test mengembalikan false, kendali dilewatkan ke perintah berikutnya setelah loop. Perintah for yang diubah ke suatu while loop.
Contoh:
<HTML> <HEAD> <SCRIPT LANGUAGE="JavaScript"> <!-- menyembunyikan script i=1 while (i<=10) { sq=i*i document.write("number: " + i + "square: " + sq + "<BR>") i++ } // end script hiding --> </SCRIPT> </HEAD> <BODY> </BODY> </HTML>Hasil:
number: 1 square: 1
number: 2 square: 4
number: 3 square: 9
number: 4 square: 16
number: 5 square: 25
number: 6 square: 36
number: 7 square: 49
number: 8 square: 64
number: 9 square: 81
number: 10 square: 100
number: 1 square: 1
number: 2 square: 4
number: 3 square: 9
number: 4 square: 16
number: 5 square: 25
number: 6 square: 36
number: 7 square: 49
number: 8 square: 64
number: 9 square: 81
number: 10 square: 100
Perintah break
Perintah break menghentikan for atau while loop dan mengembalikan kendali ke perintah berikutnya yang mengikuti loop. Contoh berikut menggambarkan bagaimana menggunakan perintah break:
i=0 while (i<10) { if (i==3) break i++ }Perintah continue
Seperti perintah break, perintah continue menghentikan interasi tersebut untuk suatu for atau while loop; Tetapi tidak keluar dari loop; Tetapi melakukan interasi berikutnya.
- Pada suatu while loop, kendali dilewatkan ke condition.
- Pada suatu for loop, dilewatkan ke increment-expression.
Berikut ini memperlihatkan bagaimana menggunakan perintah continue:
i=0 while (i<10) { if (i==3) continue i++ }Perintah function
Suatu function adalah sekumpulan dari perintah JavaScript yang akan mengerjakan tugas tertentu. Fungsi ini dapat dipanggil dari segala titik pada dokumen tersebut dan dipanggil dari event. Format dari perintah function adalah sebagai berikut:
function FunctionName(argument list) { statements }
Contoh:
<HTML> <HEAD> <SCRIPT LANGUAGE="JavaScript" <!-- hide the script function DisplayIt(LineToDisplay) { document.write(LineToDisplay + "<BR>") } // end hiding --> </SCRIPT> </HEAD> <BODY> <SCRIPT LANGUAGE="JavaScript" <!-- hide it LineToDisplay("Hello World") // end hiding --> </SCRIPT> </BODY> </HTML>
TIP Karena browser membaca perintah tersebut diapit oleh <HEAD>...</HEAD> duluan; adalah praktek yang baik untuk memesan semua variabel global dan semua fungsi pada HEAD dari dokumen. Hal ini mencegah kesalahan seperti non-initialized variables dan undefined functions
Argumen dari suatu fungsi dapat berupa sembarang tipe data atau objek JavaScript. Objek array functionName.argument[i] dan functionName.arguments.length mengandung nilai jumlah argumen yang dikirim ke fungsi, argumen acuan dengan mendeklarasikan nama-nama variabel. Hal ini memungkinkan sejumlah argumen dilewatkan ke fungsi sebagai suatu argument array. Contoh berikut menunjukkan pemakaian dari suatu variable argument list.
Contoh :
<HTML> <HEAD> <SCRIPT LANGUAGE="JavaScript"> <!-- menyembunyikan UnorderList="UL" function DisplayList(ListType) { // menampilkan variabel list if (ListType="OL" || ListType="UL") { // validasi jenis list document.write("<" + ListType + ">" // menampilkan jenis list for (var i=1; i<DisplayList.arguments.length; i++) document.write("LI" + DisplayList.arguments[i]) document.write("</" + ListType + ">") // End list return true } else return false } // akhir dari penyembunyian --> </SCRIPT> </HEAD> <BODY> <SCRIPT LANGUAGE="JavaScript" <!-- menyembunyikan if (DisplayList(UnorderList, "Bullet 1 text", "Bullet 2 text")) document.write("<P>List Display</P>") else document.write("<P>Invalid List Type<p>") // unhide it --> </SCRIPT> </BODY> </HTML>
Contoh diatas menggambarkan beberapa hal yang penting dari suatu fungsi. Suatu variabel global diinisialisasi pada bagian <HEAD>. Perintah var mendeklarasikan i sebagai suatu variabel lokal pada fungsi. Juga ditunjukkan bagaimana perintah return dapat digunakan untuk memastikan fungsi dijalankan dengan baik. Perintah return juga dapat mengembalikan string atau nilai numerik, sebagaimana yang ditunjukkan oleh contoh dibawah ini:
function RetExam(a, b) { var x=0 x = a+b return x } TestResult=RetExam(5, 7)Komentar
JavaScript mendukung dua bentuk format untuk komentar:
- Komentar satu baris yang diawali dengan suatu double slash (//)
- Komentar banyak baris yang diawali dengan suatu /* dan diakhiri dengan suatu */
Komentar single-line, dari C++, memperlakukan semua yang dari double slash ke belakang sebagai suatu komentar, berikut ini adalah contoh yang sah untuk suatu komentar single-line :
// ini adalah komentar if (a=b) c=1 // ini juga adalah komentarKomentar banyak baris mengikuti aturan pada C dan dapat digunakan untuk menandai perintah JavaScript, sebagaimana yang ditunjukkan oleh contoh sebelumnya, adalah sutu komentar HTML, baris terakhir membutuhkan dua slash untuk menjaga JavaScript dapat menginterprestasikan baris tersebut.
Dasar dari Objek
JavaScript adalah suatu bahasa berdasarkan pada objek dan bukan merupakan bahasa object-oriented programming (OOP). Perancang JavaScript tidak bertujuan membuat suatu bahasa OOP yang baru; tetapi bertujuan membuat suatu bahasa script untuk mengintegrasikan objek yang telah dibuat dengan suatu bahasa OOP kedalam dokumen HTML. Selanjutnya Javascript tidak memiliki encapsulation , inheritance, dan abstraction seperti pada C atau Java.
Tetapi class pada JavaScript menyediakan properti dan metode untuk membuat objek.
Objek dan Properti
Berikut ini adalah notasi yang digunakan oleh JavaScript untuk menggambarkan suatu objek dan propertinya:
ObjekName.PropertyNameSebagai contoh, objek mydog memiliki properti sebagai berikut :
mydog.breed="small mut" mydog.age=5 mydog.weight=25Objek juga dapat menggunakan acuan array dengan menggunakan nama propertinya sebagai index:
mydog["breed"]="small mut" mydog["age"]=5 mydog["weight"]=25Juga dapat mengunakan acuan array dengan index secara numerik:
mydog[0]="small mut" mydog[1]=5 mydog[2]=25Defining Metodes
Suatu fungsi yang berasosiasikan objek acuan adalah metode. format berikut meng-asosiasikan fungsi dengan suatu objek:
ObjekName.MetodeName = function_nameKemudian metode tersebut berkerja dengan suatu objek:
ObjekName.MetodeName(parameters);Bekerja dengan Objek
Untuk melakukan manipulasi pada objek membutuhkan fasilitas tambahan dari JavaScript yaitu dengan perintah for...in , perintah with , operator new, dan kata kunci this.
Perintah for...in
Perintah for...in menyediakan suatu mekanisme perulangan untuk iterasi melalui semua properti dari suatu objek. Dengan format adalah sebagai berikut :
for (variable in Objekname) { statements }Contoh berikut mengunakan perintah ini untuk menampilkan semua properti dalam suatu objek dan nilai asosiasinya:
function ListProperti(obj, obj_name) { var result = "" for (var i in obj) { result += obj_name + "." + i " = " + obj[i] + "<BR>" } return result PropList = ListProperti(mydog, "mydog")Pada contoh sebelumnya, variabel i adalah nama dari property, kemudian mengindeks objek dengan menggunakan property name_obj[i].
Perintah with
Pada beberapa situasi suatu objek perlu dibuat acuan beberapa kali. Perintah with membuat acuan ke suatu objek default yang berada dalam kurung. Tata cara penulisannya adalah sebagai berikut:
with (ObjekName) { statements iObjek math berikut merupakan contoh pemakaian dari perintah with:
var r = var x = with (Math) { r = p / (1 - cos(a)) x = (2 * p * cos(a)) / (sin(a) * sin(a)) }Operand new
Untuk suatu tipe objek user-defined, operand new berfungsi membuat suatu instance baru dari objek. Tata cara penulisannya adalah sebagai berikut:
ObjekName = new ObjekType(param1 [, param2,] É [, paramN])Kata kunci this
this mengacu pada objek yang sekarang. Pada bagian selanjutnya akan ditunjukkan bagaimana pemakaian kata kunci ini dalam penulisan function dan metode.
Membuat Objek baru
Walaupun JavaScript memiliki sejumlah besar objek yang telah didefinisikan, developer dapat membuat objeknya sendiri. Untuk membuat suatu objek baru diperlukan dua langkah yaitu:
- Mendefinisikan jenis objek dengan membuat suatu fungsi.
- Membuat instances dari objek tersebut dengan menggunakan operand new.
Fungsi tersebut mendefinisikan jenis objek, properti, dan metode. Sebagai contoh untuk membuat suatu objek dog:
function dog(breed, age, weight) { this.breed = breed; this.age = age; this.weight = weight; }Untuk menggunakan fungsi diatas, operand new diperlukan untuk mendefinisikan suatu instance baru untuk objek tersebut. Sebagai contoh:
mydog = new dog("small mut", 5, 25);Selain type data yang umum (string, numeric, and Boolean), objek yang lain dapat juga menjadi properti dari suatu objek. Contoh menambah suatu nomor izin pada objek jenis dog, nomor izib ini juga mengacu pada objek lain.
function doglicense(owner, phone_number) { this.owner = owner; this.phone_number = phone.number; } AZ123 = new doglicense("John Smith", "999-9999");Jenis Objek dog perlu dimodifikasi untuk mengikutsertakan informasi baru tersebut:
function dog(breed, age, weight, license) { this.breed = breed; this.age = age; this.weight = weight; this.license = license; } mydog = new dog("mixed mut", 5, 25, AZ123);Untuk mengacu pada pemilik mydog, syntax berikut diperlukan
mydog.license.owner
CATATAN Jika suatu property baru ditambahkan pada suatu objek tanpa mengubah jenis objek, properti tambahan tersebut hanya berpengaruh pada objek tersebut dan bukan pada semua instances dari objek jenis yang sama.
CATATAN Suatu variabel string atau suatu string literal adalah suatu objek string. Metode string adalah asosiasi dengan objek ini, dan akan didiskusikan pada bagian "Objek dan fungsi built-in".
Mendefinisikan Array
Tidak seperti bahasa lainnya, Java script tidak memiliki suatu tipe data array. Tetapi bagaimanapun, fungsi yang sama dapat dengan membentuk suatu objek untuk melakukan emulasi suatu array. Langkah pertama untuk mendefinsikan suatu objek array:
function MakeArray(n) { this.length = n; for (var i = 1; i <= n; i++) this[i] = 0; return this }Langkah berikutnya adalah mendefinisikan suatu instance untuk membentuk objek MakeArray :
ExmpArray = new MakeArray(20);Ketika anda memberikan nilai pada suatu elemen array, hal tersebut menyerupai memberi nilai pada suatu type data array. Perbedaannya adalah array ini dimulai dari satu dan bukan nol, karena nol mendefinisikan panjang dari array:
ExmpArray[1] = "test1" ExmpArrya[2] = "another test"
Objek dan Fungsi Built-In
Objek dan fungsi yang akan dijelaskan pada bagian ini adalah bagian dari lingkungan JavaScript, selanjutnya sangat tergantung pada jenis web browser. Adapun objek dan fungsi tersebut adalah sebagai berikut:
- Objek string dan metode asosiasinya
- Objek Math dan metode asosiasinya
- Objek date dan metode asosiasinya
- Fungsi eval, parseInt, dan parseFloat
Objek String
Suatu string yang dipetik adalah suatu variabel string atau suatu properti string dari suatu objek, segala sesuatu yang ditempatkan diantara petik adalah suatu string. Ada dua cara untuk menggunakan suatu objek string:
- stringName.propertyName
- stringName.metodeName(parameters)
Properti Objek String
Objek string hanya memiliki sebuah properti -length. Karena berupa properti, berikut ini adalah acuan yang benar:
StringLength = stringVariable.length; StringLength = mydog.name.length; StringLength = "This is a string".length;Metodee Objek String
Sejumlah besar metode adalah asosiasi dengan objek string. Disamping fungsi manipulasi string yang normal, banyak diantaranya berfungsi membungkus string diantara tag HTML. Berikut ini adalah daftar dari metode Objek string:
- anchor(nameAttribute). Dengan nameAttribute sebagai nilai dari parameter yang dilewatkan ke metode, metode anchor mengurung text dengan tag <A></A>. Berikut ini adalah contohnya:
document.write("Other Links".anchor("other_links"));
- big(). String di apit dengan tag <BIG></BIG>.
- blink(). String di apit dengan tag <BLINK></BLINK> .
- bold(). String di apit dengan tag <B></B>.
- charAt(index). Metode ini mengembalikan huruf yang ditentukan oleh index, dimana index adalah range 0 sampai stringName.length - 1. Jika index berada diluar jangkauan, suatu null string akan dikembalikan.
- fixed(). String di apit dengan tag <TT></TT>.
- fontcolor(color). String di apit dengan tag <FONT COLOR="color"></FONT>. Parameter color ditentukan dengan format rrggbb.
- fontsize(size). String di apit dengan tag <FONTSIZE=size></FONTSIZE>. Nilai dapat berupa angka satu sampai tujuh, atau dapat perubahan secara relatif (+ atau -) yang didasarkanpada ukuran font dasar yang ditentukan pada tag <BASEFONT>.
- indexOf(searchValue, [fromIndex]). Metode ini mengembalikan posisi index dari string pertama yang ditemukan berdasarkan string searchValue. fromIndex secara optional menentukan posisi awal pencarian. Jika pencarian tidak ditemukan maka JavaScript mengembalikan -1.
- italics(). String di apit dengan tag <I></I>.
- lastOf(searchValue, [fromIndex]). Menyerupai indexOf, cuma pencarian dilakukan dari arah belakang.
- link(hrefAttribute). String di apit dengan tag <A HREF=hrefAttribute></A>.
- small(). String di apit dengan tag <SMALL></SMALL>.
- strike(). String di apit dengan tag <STRIKE></STRIKE>.
- sub(). String di apit dengan tag <SUB></SUB>.
- substring(indexA, indexB). Metode ini mengembalikan subset dari suatu string, yaitu dari posisi index A s/d indexB-1. Jika indexA sama dengan indexB akan dikembalikan suatu null string.
- sup(). String di apit dengan tag <SUP></SUP>.
- toLowerCase(). Metode ini mengubah string ke huruf kecil dan mengembalikannya.
- toUpperCase(). Metode ini mengubah string ke huruf besar dan mengembalikannya.
Objek Math
Objek Math menyediakan suatu himpunan dari nilai-nilai standar matematika dan metode-metode yang argumennya berupa himpunan dari operator matematika yang disediakan dengan JavaScript. Tidak seperti Objek lainnya, Objek Math tidak membutuhkan suatu instance dari Objek sebelum menggunakan metode objek math tersebut. Untuk memudahkan pemasukkan nama dan pembacaan, metode Math sering diikat dengan perintah with. Syntax untuk Objek Math adalah sebagai berikut:
- Math.propertyName
- Math.metodeName(parameters)
Properti Objek Math
Objek Math memiliki delapan buah properti. Properti-properti ini ini mendefinisikan berbagai konstanta matematika. Tabel 5. menunjukkan properti-properti tersebut dan nilai perkiraannya.
Table 5. Properti-properti objek Math dan nilainya.
Property Description Approx. value E Euler's constant 2.718 LN2 Natural logarithm of 2 0.693 LN10 Natural logarithm of 10 2.302 LOG2E Base 2 logarithm of e 1.442 LOG10E Base 10 logarithm of e 0.434 PI Ratio of circumference to diameter 3.14159 SQRT1_2 Square root of one-half 0.707 SQRT2 Square root of two 1.414 Metode Objek Math
Objek Math memiliki sejumlah metode yang argumennya adalah himpunan dari operator matematika:
- abs(number). Metode ini mengembalikan nilai absolut dari number.
- acos(number). Mengembalikan nilai arc cosinus dari number yang bernilai antara -1 and 1.
- asin(number). Mengembalikan nilai arc sinus
- atan(number). Mengembalikan nilai arc tangen dalam radian.
- ceil(number). Mengembalikan nilai integer berikutnya yang lebih besar atau sama dengannnumber.
- cos(number). Mengembalikan nilai cosinus dari number (dalam sudut radian).
- exp(number). Mengembalikan pangkat e dari number, dimana e adalah konstanta Euler's.
- floor(number). Mengembalikan integer yang lebih kecil atau sama dengan the number.
- log(number). Mengembalikan logaritma natural (base e) dari number, dimana number adalah sembarang bilangan positif hasil ekspresi atau Objek. Jika number berada diluar jangkauan maka nilai pengembalian defaultnya adalah 1.797693134862316e+308.
- max(number1, number2). Mengembalikan terbesar dari kedua number.
- min(number1, number2). Mengembalikan terkecik dari kedua number.
- pow(base, exponent). Metode ini melakukan pangkat base terhadap exponent. Jika salah satunya bilangan imaginier, maka akan dikembalikan nol.
- random(). Hanya terdapat pada paltforms UNIX, yang mana mengembalikan suatu pseudorandom number antara nol dan satu. Pada Netscape Navigator 3.0, metode random() metode dapat digunakan pada semua platforms.
- round(number). Mengembalikan nilai dari number yang dibulatkan kebilangan integer terdekat.
- sin(number). Mengembalikan nilai sinus dari sudut dalam radian.
- sqrt(number). Mengembalikan nilai akar dari bilangan non negatif, Jika diluar jangkauan akan dikembalikan nol.
- tan(number). Mengembalikan nilai tangen dari sudut dalam radian.
Contoh :
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript"> <!-- Begin var ran ran = Math.round(Math.random()*50000) alert("Anda adalah pengunjung yang ke " + ran + ".") // End --> </SCRIPT>
Objek Date
Walaupun JavaScript tidak menyediakan suatu type data Date, tetapi menyediakan suatu objek Date yang mana menangani informasi date dan time. Semua tanggal adalah jumlah milidetik sejak January 1, 1970, 00:00:00. Akibatnya semua tanggal sebelum 1970 adalah tidak sah.
Objek Date membutuhkan suatu instance dari objek Date yang berkaitan dengan pemakaian metode-metodenya. Instance dapat berupa suatu objek baru atau properti dari objek yang ada. Ada empat cara untuk membentuk instance baru:
dateObjekName = new Date() dateObjekName=new Date("month day, year hours:minutes:seconds") dateObjekName=new Date(year, month, day) dateObjekName=new Date(year, month, date, hours, minutes, seconds)Membentuk suatu himpunan dari tanggal dan waktu ke tanggal dan waktu sekarang. Mengosongkan time berarti memberinya nilai nol. Karena objek Date tidak mengandung properti apa-apa, hanya ada satu format untuk metode Date:
dateObjekName.metodeName(parameters)Pengecualiaanya adalah UTC dan metode parse, yang mana adalah metode status dan pemakaiannya
Date.UTC(parameters) Date.parse(parameters)Table 6 menjelaskan nilai yang akan dikembalikan oleh berbagai perintah get.
Table 6. Memisahkan informasi dalam objek Date.
metode Date Nilai yang dikembalikan getDate() Day of the month getDay() Day of the week getHours Hour of the day getMinutes Minutes in the hour getMonth The month getSeconds Seconds in the minute getTime Milliseconds since 1/1/1970 getTimezoneOffset Offset between local time and GMT getYear The year Selain dapat menerima berbagai informasi dari Objek Date, metode pada Tabel 7 menunjukkan bagaimana mengubah informasi date.
Table 19.7. Setting informasi dalam objek Date.
metode Date Nilai yang sah setDate(dayValue) 1-31 setHours(hoursValue) 0-23 setMinutes(minutesValue) 0-59 setMonth(monthValue) 0-11 setSeconds(secondsValue) 0-59 setTime(timeValue) >=0 setYear(yearValue) >=1970 Dua metode tambahan yang dapat digunakan untuk melakukan konvesi data tanggal ke suatu nilai string, adalah sebagai berikut:
- toGMTString(). Metode ini meng-konversi date dalam GMT (Greenwich Mean Time) dan mengembalikannya sebagai suatu string. Format sebenarnya tergantung pada platform hardware.
- toLocaleString(). Mthod ini meng-konversi string ke format locale, yang mana bervariasi berdasarkan setting.
Objek Date juga memiliki dua metode statik untuk menangani string; hal tersebut memiliki format Date.metode(). Metode-metode ini adalah sebagai berikut:
- parse(dateString). Metode ini melakukan konversisuatu string tanggal ke jumlah detik sejak January 1, 1970, 00:00:00. Setting waktu adalah default. Tetapi juga mendukung akhiran yang menentukan GMT oatau U.S. standard time zones.
- UTC(year, month, day [, hrs] [, min] [, sec]). Metode ini mengembalikan jumlah milidetik sejak January 1, 1970, 00:00:00 Universal Time Coordinate (dengan kata lain adalah, GMT).
Contoh :
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript"> <!-- Begin var months=new Array(13); months[1]="Januari"; months[2]="Februari"; months[3]="Maret"; months[4]="April"; months[5]="Mei"; months[6]="Juni"; months[7]="Juli"; months[8]="Agustus"; months[9]="September"; months[10]="Oktober"; months[11]="Nopember"; months[12]="Desember"; var time=new Date(); var lmonth=months[time.getMonth() + 1]; var date=time.getDate(); var year=time.getYear(); if (year < 2000) // Y2K Fix, Isaac Powell year = year + 1900; document.write("<center>" + lmonth + " "); document.write(date + ", " + year + "</center>"); // End --> </SCRIPT>Hasil :
September 3, 2006
Fungsi Built-In
JavaScript mendukung beberapa function built-in yang mana tidak berkaitan dengan Objek tertentu. Berikut ini adalah function-function built-in adalah sebagai berikut:
- eval(string). Function eval meng-evaluasikan string, yang mana dapat berupa ekspresi JavaScript, perintah, atau urutan dari perintah-perintah, dan mengembalikan hasil. Beberapa contoh dari function eval adalah
var x = var y = var z = "if (x <= 9) (x*y) else (x/y);" document.write(eval("x + y / 4"), "<BR>") document.write(eval(z), "<BR>")
- parseFloat(string). Fungsi ini mengurai string dan mengembalikan suatu nilai floating point. Jika karakter pertama bukan suatu bilangan atau tanda, nilai nol akan dikembalikan pada platform Windows, dan NaN (not a number) pada platforms lain.
- parseInt(string [, radix]). Fungsi parseInt mengurai string dan mengembalikan suatu integer berdasarkan basis yang ditentukan. Nilai dari akar tersebut adalah 8 untuk octal, 10 untuk desimal, dan 16 untuk hexadesimal.
- isNaN(testValue). Fungsi ini hanya ada pada platforms UNIX untuk dan mengevaluasi testValue untuk menentukan apalah adalah NaN. Akan dikembalikan true atau false
- escape("string"). Mengembalikan encoding ASCII dari suatu argumen dalam ISO Latin-1 character set. string tersebut adalah suatu non-alpahnumeric string atau property dari suatu Objek yang ada. Jika berupa suatu alphanumeric, akan dilewatkan nilai ke output string tanpa melakukan encoding terhadapnya.
- unescape("string"). Mengembalikan karakter ASCII untuk %xx, atau hexadesimal yang ditentukan dalam parameter string.
Window dan Frame
Window dan frame membuat bingung banyak pengembang halaman Web dari pada aspek-aspek browser lainnya. Ketika Netscape Navigator berjalan, suatu window akan dibuka, dan tergantung bagaimana pengaturan optionnya, serta memuat suatu dokumen ke dalam window tersebut. Jika anda memilih menu option File | New Web Browser, suatu window baru akan di buka. Dalam hal ini menutup jendela yang sebelumnya tidak akan menutup jendela yang baru tersebut.
Pada sisi yang lain, frame dibuat berdasarkan tag <FRAMESET></FRAMESET> dalam dokumen HTML. Layar akan dibagi menjadi sejumlah frame. Ketika dokumen frame ditutup, frame menghilang karena keberadaannya tergantung pada dokumen tersebut.
Properti Objek Window
Suatu fasilitas umum dari JavaScript adalah kemampuannya untuk membuat dan memanipulasi window. Kemampuan ini tidak hanya terbatas pada menampilkan pesan, tetapi sangat tergantung pada parameter yang diberikan. berikut ini adalah properti dari objek window yang akan mempengaruhi fleksibilitas dari jendela browser:
- defaultStatus. defaultStatus adalah pesan yang dimunculkan pada status bar ketika tidak ada tulisan yang ditampilkan disana. Jika diset dari onMouseOver event handler, event handler harus mengembalikan true untuk perubahan status.
- frames. Property ini adalah suatu array yang mengandung object frame. Frame mewarisi semua properti dan metode dari objek window.
- length. nilai dari properti ini adalah jumlah frame dalam frame array.
- parent. Dari suatu acuan frame, ini adalah window yang mana frameset berada. Suatu frame diantara frameset tersebut dapat mengacu pada frame lain dalam frameset dengan menggunakan parent.frames[index] tanpa memiliki acuan ke nama window.
- self. Ini adalah sama dengan window atau frame yang sekarang.
- status. Ini adalah pesan transient yang mana diset dengan onMouseOver event handler.
- top. Property ini digunakan sebagai acuan window yang laing atas. Dapat digunakan oleh child windows atau embedded filesets untuk mengacu pada window original.
- window. Property ini adalah sama dengan window sekarang.
Contoh:
<A HREF="http://www.indoprog.com" onMouseOver="window.status='Klik disini untuk keterangan lebih lengkap'; return true;" onMouseOut="window.status=''; ">Klik disini</A>Hasil:
Klik disini
Bentuk untuk mengacu properti window adalah
window.propertyName self.propertyName top.propertyName parent.propertyName windowVar.propertyName propertyNameMetode Objek Window
Berikut ini adalah metode dari objek window atau frame:
- alert("message"). Metode ini membuat suatu kotak dialog peringatan dengan suatu tombol OK tunggal. Digunakan untuk menampilkan pesan yang tidak membutuhkan keputusan pemakai.
- close(). Metode ini menutup window acuan. Harus mengandung window acuan seperti window.close dan close() tanpa acuan adalah sama dengan document.close.
- confirm("message"). Metode confirm menampilkan suatu dialog box konfirmasi dengan tombol OK dan Cancel. OK mengembalikan nilai true, dan Cancel mengembalikan nilai false.
- [windowVar = ][window.]open("URL", "windowName" ["windowFeatures"]. Metode ini membuka suatu Jendela browser yang baru. Nama object windowVar adalah nama dari jendela baru dan digunakan sebagai acuan untuk properti dan metodes-nya.URL menentukan URL yang akan dibuka ke jendela baru. Jika optionnya null, suatu window kosong akan dibuka. Variabel windowName adalah nama yang digunakan pada atribut TARGET dari <FORM> dan <A> tag. Variabel windowFeatures adalah suatu comma-separated list dari option berikut:
toolbar=yes|no location=yes|no directories=yes|no status=yes|no menubar=yes|no scrollbars=yes|no resizable=yes|no width=pixels height=pixels
- Jika tidak ada yang ditentukan, maka semuanya bernilai true. Jika salah satu ditentukan, maka semua yang lain menjadi false. Jika salah satu di tentukan tanpa nilai, maka nilainya adalah true.
NOTE Setelah terbuat, window adalah tidak terikat pada parent window, jika parent window di tutup, window yang dibuat tersebut tetap buka.Event onUnLoad menangani penutupan window yang dibuat
- prompt("message" [, inputDefault]). metode prompt menampilkan suatu prompt dialog box dengan suatu message, suatu input field, dan tombol OK, dan sebuah tombol Cancel. inputDefault adalah suatu string, integer, atau property dari suatu object yang mana mewakili nilai default untuk inout field. Jika inputDefault tidka ditentukan, input fied menampilkan nilai <undefined>.
- timeoutID=setTimeout(expression, msec). Dengan metode ini, evaluasi dari ekspresi adalah jumlah delay dalam milidetik. timeoutID adalah hanya digunakan oleh metode clearTimeout.
- clearTimeout(timeoutID). Metode ini membatalkan time-out yang ditentukan oleh metode setTimeout.
Metode sebelumnya menggunakan acuan berikut:
window.metodeName(parameters) self.metodeName(parameters) top.metodeName(parameters) parent.metodeName(parameters) windowVar.metodeName(parameters) metodeName(parameters)
PERHATIAN Metode open() dan close() perlu mengunakan acuan window.open() dan window.close() untuk menghindari scope dengan document.open() dan document.close()
Membagi Window kedalam Frame
Frames membagi suatu window secara multiple, memiliki scrollbar masing-masing. Frame dibuat dengan tag <FRAMESET></FRAMESET> dalam dokumen HTML. Masing-masing dokumen membuat suatu frame array untuk dokumen. Jika suatu dokumen dibuka pada salah satu frame memiliki suatu <FRAMESET> tag, frame akan terbagi lagi menjadi frame oleh dokumen tersebut. Hirarki dari frameset adalah penting sebagai acuan properti dan metode dari frame.
CATATAN Frames memiliki semua properti dari suatu window. Seluruh hirarki untuk struktur frame adalah sama dengan struktur window.
Struktur dibawah setiap window atau frame dapat menjadi acuan. Selanjutnya, properti pada suatu window atau frame dapat mengubah properti object pada jendela atau frame lain.
CATATAN Dokumen HTML yang menggunakan <FRAMESET></FRAMESET> mengandung hanya perintah frame. Setelah frame terbuka, dokumen tersebut menjadi tidak visible. Dokumen HTML adalah suatu frame dapat mengendalikan frame lain. Selanjutnya kemungkinan untuk pengaturan layar memberikan kebebasan bagi pengembang untuk suatu dokumen web yang interaktif
Contoh :
<html> <head> <script language="JavaScript"> if (top.location != this.location) top.location = this.location //membuat html tidak berada //dalam frame lain </script> <title>Tutorial JavaScript</title> <frameset cols=175,*> <frame src="daftar.html" name="kiri"> <frame src="topik1.html" name="kanan"> </frameset> </head> </html>file daftar.html<html> <head> <script language="JavaScript"> function buka(x) { top.frames[1].location=x; return false } </script> </head> <body> <h1>Daftar Isi</h1> <a href="" onclick="return buka('topik1.html')">Memasukan JavaScript ke dalam HTML</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik2.html')">Variabel dan Literal</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik3.html')">Ekspresi dan Operator</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik4.html')">Struktur Kendali dan Fungsi</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik5.html')">Dasar dari Objek</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik6.html')">Objek dan Fungsi built-in</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik7.html')">Objek netscape</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik8.html')">Objek form</a><hr> <a href="" onclick="return buka('topik9.html')">Window dan Frame</a><hr> </body> </html>
Variabel dan Literal
Setelah mengetahui cara menanamkan JavaScript kedalam halaman web, selanjutnya kita akan membahas dasar-dasar dari pemrograman JavaScript itu sendirinya, sebagai langkah pertama dari proses belajar, kita akan membahas Variabel dan Literal. Ketiklah contoh berikut, dan simpan ke file Scroller.html
<HTML> <HEAD> <SCRIPT LANGUAGE="JavaScript"> <!-- Start of scroller script var scrollCounter = 0; var scrollText = "Teks yang anda inginkan, misalnya Viva Indoprog"; var scrollDelay = 70; var i = 0; while (i ++ < 140) scrollText = " " + scrollText; function Scroller() { window.status = scrollText.substring(scrollCounter++, scrollText.length); if (scrollCounter == scrollText.length) scrollCounter = 0; setTimeout("Scroller()", scrollDelay); } Scroller(); // End of scroller script --> </SCRIPT></HEAD><BODY><H1>Coba perhatikan status bar anda</H1></BODY> </HTML>Pada contoh diatas menggunakan beberapa variabel seperti scrollCounter, scrollText, scrollDelay, i, dan literal seperti 0, "Teks yang anda inginkan, misalnya Viva Indoprog", 70.
Pada JavaScript memiliki beberapa tipe dari nilai sebagai berikut :
- Number, baik bilangan nyata (real) maupun bilangan bulat (integer) (contoh 4.156 dan 39)
- String (contoh "ini adalah JavaScript")
- Logical (Boolean) dengan nilai true dan false
- Null, yang mana adalah keyword khusus yang mengawali nilai kosong.
Walaupun memiliki tipe data yang sedikit, tetapi cukup untuk unjuk kerja JavaScript. Perlu diperhatikan bahwa pada JavaScript tidak ada perbedaan antara integer dengan real, keduanya dimasukkan pada tipe yang sama yaitu number. JavaScript tidak menyediakan tipe data khusus untuk data tanggal. Tetapi memiliki beberapa fungsi dan objek tanggal (date) yang dapat digunakan untuk melakukan manipulasi data tanggal.
Mendefinisikan Variabel
Aturan penamaan variabel pada JavaScript adalah nama variabel harus dimulai dengan suatu huruf atau garis bawah (_) dan huruf selanjutnya dapat berupa angka (0-9), huruf besar (A-Z) atau huruf kecil (a-z), garis bawah. Berikut ini adalah contoh penamaan variabel yang benar:
Nama_depan h9224 _nama
Catatan JavaScript membedakan huruf besar dan kecil (case sensitif), sehingga harus diwaspadai oleh programmer, penulisan indoprog adalah berbeda dengan Indoprog bagi JavaScript.
Batasan lainnya dalam pemberian nama variabel adalah tidak boleh sama dengan cadangan kata pada JavaScript. Tabel 1 adalah daftar dari cadangan kata (Reserved Word) pada JavaScript.
Table 1. Cadangan kata pada JavaScript.
abstract extends int super boolean false interface switch break final long synchronized byte finally native this case float new throw catch for null throws char function package transient class goto private true const if protected try continue implements public var default import return val do in short while double instanceof static with else Tidak semua kata dalam Table 1 digunakan oleh JavaScript dewasa ini; dan beberapa diantara dicadangkan untuk pemakaian yang akan datang. Cadangan Kata tidak boleh digunakan untuk nama variabel, nama fungsi, nama metode, dan nama objek
Variabel dalam JavaScript dapat menyimpan semua tipe data yang sah, dan tidak diperlukan suatu deklarasi tipe data. Pada script yang sama, suatu variabel dapat di set ke type data yang berbeda dalam suatu deklarasi tunggal. Berikut ini deklarasi variabel yang sah:
temperatur = temperatur = "Temperatur adalah" temperature = "Temperatur adalah " + 27Karena JavaScript sangat longgar tentang tipe, dan menyediakan beberapa fungsi untuk melakukan manipulasi data string dan nilai numerik (belum dibahas pada bagian ini).
Baca Bagian ini !!!
JavaScript adalah bahasa script yang dinamis. Hal ini berarti bahwa tipe data pada Javascript tidak baku tetapi dapat berubah dari suatu tipe ke tipe yang lain sesuai dengan kebutuhan.
Sebagai contoh, anda dapat menyatakan
myData = 10;pada suatu baris initialisasi, dan baris berikutnya, menyatakan myData = "Hello World!" yang membuat tipe myData menjadi suatu string. Java Script akan secara otomatis mengubah tipe data berdasarkan ekspresi yang ditentukan. Jadi jika anda menyatakanmyData = "10" - 2;, maka anda akan bertanya mengapa Javascript tidak mengkonversi 2 menjadi "2" dan menghasilkan"102",jawabanya adalah karena operator - tidak ditujukan untuk pemakaian pada string sehingga "10" - 2 tidak memiliki arti sama sekali. Berikut ini akan membawa kita kepada suatu situasi yang lebih menarik. Operator + dinyatakan untuk pemakaian pada numerik dan string. Jadi akankah10 + "20"mengembalikan nilai30(10+20) atau"1020"("10" + "20"). Hal ini tentu saja akan membingungkan anda dengan pemakaian operator +, jawabannya adalah Javascript akan selalu mengkonversi segala sesuatu ke string sebelum melakukan evaluasi, sehingga 10 + "20" adalah sama dengan"10" + "20"dan hasilnya adalah"1020".
Jangkauan dari Variabel
JavaScript memiliki dua jangkauan untuk variabel:
- variabel Global
- variabel Local
Variabel lokal digunakan didalam suatu fungsi dan ruang lingkupnya terbatas pada fungsi tersebut. Untuk mendeklarasikan suatu variabel lokal, harus diawali dengan var, seperti contoh berikut ini:
var nilaiTerbesar =0JavaScript mengganggap semua variabel yang tidak diawali dengan var adalah variabel global. Walaupun JavaScript memperbolehkan anda menggunakan nama variabel yang sama untuk local maupun global, tetapi dalam praktek hal tersebut tidak disarankan, karena akan membingungkan anda sendiri.
TIP Untuk memastikan fungsi mendapatkan nilai yang benar dari suatu variabel global, deklarasikan semua variabel global tersebut pada awal dari script.
Literal
Sebagai lawan dari variabel adalah literal yang merupakan baku yang digunakan dalam JavaScript. JavaScript mendukung literal-literal berikut:
- Integer literal
- Floating point literal
- Boolean literal
- String literal
- Special character
Integer dapat dalam basis desimal (basis 10), hexadesimal, dan oktal. Suatu nilai desimal adalah semua angka yang tidak diawali dengan nol (seperti 4, 89, atau 57). Suatu angka yang diawali dengan nol, adalah berbasis oktal (seperti 04, 065, atau 0145). Suatu bilangan dinyatakan dalam basis hexadesimal diawali dengan 0x atau 0X (seperti 0xff, 0X44, atau 0xAE).
Suatu literal floating-point terdiri dari komponen: suatu desimal bulat, suatu decimal berkoma (.), suatu desimal pecahan, dan eksponen. (seperti 1.23 or 44.6389) atau dalam notasi scientific (3.6E-8, .4E12, or -2.7E12). Setiap literal floating-point literal minimal memiliki satu digit dengan satu desimal atau eksponen.
Literal Boolean adalah true atau false.
Literal String dapat diapit oleh petik tunggal ( ' ) atau petik ganda ( " ). Tanda petik awal dan akhir harus sama, seperti contoh berikut:
"suatu literal dengan petik ganda" 'suatu literal dengan petik tunggal'
TIP Ketika anda menulis event handle, apit string dengan petik tunggal, karena petik ganda dibatasi untuk nilai atribut pada HTML
Contoh :
<FORM> <INPUT TYPE=BUTTON VALUE="Coba Klik" onClick="alert('Hello world')"> </FORM>Literal string dapat juga mengandung karakter khusus untuk kendali baris Table 2 adalah daftar dari karakter khusus dan fungsi-fungsinya.
Table 2. Karakter khusus JavaScript.
Keterangan Spesial Karakter Backspace \b Form feed \f Newline \n Carriage return \r Tab \t Tanda backslash (\) adalah karakter escape pada JavaScript. Ketika digunakan pada akhir dari suatu baris, akan berfungsi sebagai character penyambung baris. Ketika diikuti oleh karakter lain, karakter escape tersebut akan kehilangan fungsi khususnya. Dalam JavaScript, programmer menggunakan backslash untuk escape backslash lainnya, suatu petik tunggal, dan suatu petik ganda.
Membuka dan Manipulasi Window
Jika anda pernah berurusan dengan homepage-homepage di Geocities atau Tripod, anda akan terbiasa dengan suatu jendela kecil yang muncul dengan suatu iklan banner. Bisa saja anda merasakan hal tersebut mengganggu. Tetapi anda harus percaya pada saya bahwa adalah cukup menyenangkan jika anda melalukan hal tersebut pada homepage anda. Tidak percaya...? Klik disini!
Saya tidak akan memberikan source codenya karena sebaiknya anda tidak melakukan hal tersebut pada penggunjung homepage anda ;-)
Pop-up windows biasanya digunakan ketika anda ingin menampilkan sesuatu kepada user, tetapi anda tidak ingin mereka meninggalkan halaman yang sedang mereka lihat (Mungkin anda takut mereka tidak akan kembali).
Mari kita lihat kode yang digunakan untuk membuat link tersebut.
klik disini Perlu dicatat bahwa saya menggunakan petik tunggal untuk string bersangkar (nested string). Bagian'return false' memberitakukan browser bahwa ketika user melakukan klik pada link, browser tersebut tetap akan berada pada halaman yang sama dari pada halaman yang ditentukan pada HREF. Penanganan eventonClick()akan memanggil fungsiwindow.open()untuk membuka suatu jendela browser yang baru. Parameter pertama adalah :'http://www.indoprog.f2s.com'merupakan URL yang akan dimuat. Parameter kedua adalah,'indoprogWnd'merupakan nama yang akan diberikan pada jendela baru tersebut. Parameter ketiga menentukan dimensi tampilan dari jendela. Kita menentukan ukuran jendela adalah 370x240 dengan sautu status bar. Perhatikan disana ada koma untuk pemisah masing-masing elemen. Tampilan dari window dapat dikenalikan dengan option sebagai berikut:
- height
- Tinggi dari jendela baru dalam pixel (mis:
height=100)- width
- Lebar dari jendela dalam pixel (mis:
width=200)- directories
- Menentukan apakah browser menampilkan tombol directory sepert i"What's Cool" dll. (mis:
directories=yes)- hotkeys
- Mengaktifkan atau menonaktifkan aneka tombol hotkey (mis:
hotkeys=no)- location
- Menentukan apakah kotak "Location" ditampilkan (mis:
location=yes)- menubar
- Menentukan apakah jendela baru memiliki menu bar (mis:
menubar=yes)- resizable
- Menentukan apakah pemakai diperbolehkan untuk mengubah ukuran dari jendela baru (mis:
resizable=no)- scrollbars
- Menentukan apakah jendela baru memiliki scroll bars(mis:
scrollbars=yes)- toolbar
- Menentukan apakah jendela baru memiliki suatu toolbar (mis:
toolbar=yes)Selain nilai dari yes/no, anda dapat juga menggunakan nilai 1/0. mis, anda dengan menulis
toolbar=1sebagai penganti daritoolbar=yes.Berikut ini adalah beberapa kombinasi yang mana dapat anda coba sendiri. Semuanya akan membuka dokumen pada suatu jendela baru dengan efek yang berbeda-beda.
Coba ini Coba ini
Suatu jendela dasar, tanpa menu, tanpa toolbar, tanpa status bar, dan bahkan tanpa scroll bar.
Coba ini Coba ini
Suatu jendela dengan menubar, kotak location dan scroll bars.
Coba ini Coba ini
Suatu window dengan toolbar, statusbar dan scroll bar. Anda dapat juga mengubah ukuran jendela jika anda menginginkannya dimana hak tersebut tidak mungkin dilakukan pada jendela-jendela sebelumnya.Pada contoh diatas, saya memisahkan kode ke dalam sejumlah baris untuk memudahkan pembacaan, tetapi jika anda ingin menggunakan-nya, pastikan segala sesuatu berada dalam petik ganda dan seluruhnya berada dalam suatu petik tunggal.